Single Post

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

 

Dalam Kompetisi Bangunan Air Indonesia (KBAI) 2020 yang diadakan oleh Teknik Pengairan Universitas Brawijaya, delegasi Teknik Pengairan berhasil meraih Juara III dari 10 finalis terpilih. Kompetisi ini diadakan pada 26-28 November 2020 secara daring. Tim Aishiteru-64 terdiri dari Chatherine Grace Maulina (P17); Astari (P17); Muhammad Shidqy Aufa (P17) dan dibimbing oleh Dr.Eng Riyanto Haribowo, ST.,MT. Inovasi yang mereka usulkan berjudul “Optimasi Dan Pengelolaan Terintegrasi Infrastruktur Keairan Dengan Konsep Glue S-Cure (Green, Gray, Blue For Sponge City and Urban Renewal) Guna Menanggulangi Banjir Berbasis Sustainable Development”.

 

Fokus permasalahan yang diselesaikan adalah permasalahan yang ada di daerah Muara Angke seperti banjir rob, penurunan muka tanah, dan ketersediaan air bersih. Secara garis besar inovasinya adalah pengoptimalan drainase pada sistem polder daerah Muara Angke (dengan mini cistern dan tree box detention) dan pengoptimalan Waduk Muara Angke (dengan pembuatan IPAL dan garbage wheel).

“Keunggulan dari ide ini adalah dapat menjadi solusi ketersediaan air bersih di tengah pandemic, solusi dari banjir rob di daerah Muara Angke, dapat mencapai 12 poin dari 16 poin SDGs.” ungkap Catherine.

Harapan tim ini, semoga dengan lomba/kompetisi ini, mahasiswa pengairan dapat terus berinovasi dalam hal infrastruktur keairan dan dapat diaplikasikan nantinya di lapangan.

(RRP)

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]