Single Post

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Juara I di Lomba Ketekniksipilan DEDIKASI 2019, Mahasiswa Pengairan Inovasikan Sustainable Revetment

 

 

Lomba Ketekniksipilan DEDIKASI 2019 diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini merupakan kegitan tahunan. Pada tahun 2019 kegiatan ini didelenggarakan pada 27-31 Oktober 2019.

Tim CREMONA-64 terdiri dari Anggie Aqidahtun Nisa (P17), Yosi Asterina Maharani (P17), Syifa Allifa Utrujjah (P17) dan dibimbing oleh Bambang Winarta, ST., MT., Ph.D.Tim CREMONA-64 memperoleh Juara 1 dari 10 finalis terpilih dengan mengusung inovasi “WT-Revetment dengan Artificial Mangrove Roots sebagai Inovasi Perlindungan Pantai yang Berkelanjutan”.

Tema yang diusung pada kegiatan ini adalah bagaimana para peserta berinovasi pada bangunan revetment. Sebagaimana fungsi dari revetment yaitu untuk melindungi tebing pantai, mencegah longsor, erosi di laut, dan melindungi pergeseran garis pantai akibat gelombang air laut dengan bahan konstruksi yang ekonomis serta ramah lingkungan.

“Inovasinya terletak pada desain dari revetment yang ramah lingkungan karena memanfaatkan barang bekas namun mampu meredam gelombang air laut dengan baik, revetment kami didesain dengan pelindung utama berupa limbah ban bekas yang diisi dengan pecahan batu. Bambu dipakai sebagai tiang pancang yang berfungsi sebagai penguat dan perangkai, serta bagian perlindungan kaki yang dilengkapi dengan artificial mangrove roots. Bagian ban yang berlubang juga dimanfaatkan sebagai zona restorasi tanaman pesisir. Artificial mangrove roots berfungsi sebagai peredam energi juga sebagai habitat ikan dan biota laut.” ungkap Yosi.

WT-Revetment memiliki multifungsi baik dari segi kekuatan, perlindungan terhadap abrasi, pemanfaatan limbah menjadi bernilai ekonomis, restorasi tanaman pesisir dan ekosistemnya, pemulihan kawasan mangrove, dan ekowisata. Kinerja revetment diperoleh berdasarkan hasil pengoperasian dengan aplikasi SMS dan digunakan fungsi CMS Wave, terlihat gelombang yang datang berhasil direduksi oleh WT-Revetment sehingga dapat mereduksi sedimen yang dibawa oleh gelombang dan mengurangi erosi akibat gelombang juga mereduksi tinggi gelombang.

Harapan tim ini kedepannya supaya inovasi yang diusulkan ini bisa mendapatkan kesempatan untuk diteleti lebih lanjut dan dipatenkan agar dapat diimplementasikan dan bermanfaat dalam mengatasi abrasi yang semakin meluas terjadi khususnya di Indonesia.

(RRP)

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]