Single Post

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

Delegasi Teknik Pengairan berhasil meraih juara pada ajang Civil in Action 2019. Kegiatan Civil In Action (CIA) 2019 diselenggarakan oleh  Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kompetisi ini berlangsung pada 12 – 14 September 2019. Tim CREMONA-64 berhasil meraih Juara I dari 5 finalis terpilih. Tim ini beranggotakan Anggie Aqidahtun Nisa (P17), Yosi Asterina Maharani (P17), Syifa Allifa Utrujjah (P17) dan dibimbing oleh Dr. Eng. Donny HArisuseno., ST., MT. Tim ini menggagas ide “Penerapan ECO-CHARGE dengan Sistem Regulasi yang Terintegrasi sebagai Upaya Konservasi Air di Wilayah Perkotaan yang Berwawasan Lingkungan.”

“Fokus inovasi pada pengelolaan air dengan memanfaatkan air hujan untuk cadangan air baku rumah tangga serta sebagai recharge air tanah untuk pengurangi degradasi air tanah. Serta pada pengelolaan limbah yang ramah lingkungan untuk mengurangi pencemaran air tanah. Inovasi yang kami tawarkan adalah sebuah sistem, dimana dapat mereduksi banjir hingga 70% dan mengurangi kandungan fosfat dan COD pada limbah rumah tangga. Inovasi ini memiliki kelebihan dimasa konstruksinya yang sederhana dan mudah diterapkan. Seperti bahan-bahan untuk filter ABSAH yang mudah didapatkan (ijuk, batu gamping, batu bata, koral, pasir), untuk kondtruksi sumur resapan dan biopori pada umumnya, tanaman bambu untuk mempercantik landscape hunian, serta konstruksi IPAL sederhana dengan kondtruksi wetland yang juga tidak memakan banyak biaya. Selain itu, maintenance yang mudah juga sangat berpotensi bahwa sistem ini dapat diterapkan.” ungkap Yosi.

ECO-CHARGE merupakan upaya mengisi kembali air tanah dengan beberapa bangunan sederhana yaitu sumur resapan, ABSAH (Aquifer Buatan Simpanan Air Hujan), biopori dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pada metode ini, air yang jatuh dari atap akan ditampung pada bangunan ABSAH. Pada bangunan ini, air difiltrasi dengan bahan alami sehinga air dapat dipakai saat musim kemarau. Selanjutnya, air yang melimpas akan dialirkan ke sumur resapan. Sebagian air yang jatuh pada RTH diikat oleh akar tanaman sehingga mengurangi limpasan. ECO-CHARGE didukung dengan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) komunal yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas air buangan. Disisi lain, pemerintah harus berperan aktif dalam mewujudkan upaya tersebut. Sehingga, genangan saat musim hujan akan berkurang serta menambah pasokan air saat musim kemarau.

Harapan tim ini supaya inovasi yang mereka usulkan bisa mendapatkan kesempatan untuk diteleti lebih lanjut dan dipatenkan agar dapat diimplementasikan dan bermanfaat dalam mengatasi permasalahan keair an khususnya Banjir yang terus terjadi khususnya di Indonesia.

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]