Single Post

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

 

Akhir Februari 2019, 2 delegasi Teknik Pengairan berkolaborasi dengan 2 delegasi dari Teknik Kimia berhasil meraih prestasi internasional mengharumkan nama Universitas Brawijaya. Adalah Tim SIMPSORB, yang membuat inovasi produk SIMPSORB ADSORBEN, yaitu adsorben untuk menurunkan kadar FFA agar minyak jelantah bisa dijadikan bahan baku biodiesel. Berkat inovasi mereka, tim ini berhasil mendapatkan Gold Medal pada Malaysia Technology Expo 2019.Tim SIMPSORB  ini beranggotakan Irma Yunita (P15), Yosi Asterina Maharani (P15), Rizky Tri Priambodo (Teknik Kimia), Hasbi Asshidiqqi (Teknik Kimia).

 

 

Malaysia Technology Expo (MTE) 2019 dilaksanakan mulai dari tanggal 21-23 Februari 2019 di Tun Razak Hall 3, Putra World Trade Centre, Kuala Lumpur, Malaysia. MTE 2019 merupakan acara ekshibisi yang diadakan oleh Malaysian Association of Research Scientists (MARS) dan PROTEMP Exhibitions and Conferences Sdn Bhd. Acara ini diikuti oleh negara Malaysia, Kroasia, India, Indonesia, Iran, Polandia, Saudi Arabia dan UK dengan sekian banyak peserta dan berbagai macam inovasi yang dilombakan untuk mendapatkan penghargaan yang sesuai dengan kategori yang dipilih. Penghargaan yang didapatkan yaitu The Best, Very Best, Best of The Best yang merupakan pengharagaan khusus. Selain itu terdapat gold medal, silver medal dan bronze medal.

Menurut Irma Yunita, proses untuk mencapai prestasi tersebut sebenarnya cukup lama dan panjang.

“Semua proses yang kami lalui sebenarnya tidak semudah apa yang orang lain lihat, istilahnya tidak instan. Mulai dari pemilihan ide yang sesuai, ngambil bahan baku di Pantai Kenjeran yaitu kerang Simping dan harus dihaluskan terlebih dahulu, nyari minyak jelantah sampai 1.5 liter, bahkan penelitian di Lab. OTK mulai pagi hingga larut malam, bahkan terkadang hingga keesokan paginya. Penelitian bisa sampai satu bulan. Memang tidak mudah tapi alhamdulillah, semua sebanding dengan hasil yang kami dapatkan.”

(RRP)

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]