Ditulis pada tanggal 16 Mei 2016, oleh roni, pada kategori Berita

Prof-suhardjono.

Menjadi Mahasiswa

Berawal dari mahasiswa teladan, 52 tahun perjalanan Prof. Dr. Ir. Suhardjono, MPd., Dipl,HE dimulai di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB). Sebagai mahasiswa angkatan kedua tahun 1964, Prof Suhardjono adalah salah satu lulusan tercepat dan terbaik. Dirinya meraih gelar Sarjana Muda Tahun 1969 dan insinyur tahun 1972.

“Skripsi saya saat itu membahas tentang tiang pancang bendungan Lengkong Baru Mojokerto. Umumnya tiang pancang ditanam vertical. Saya mencoba alternatif jika ditanam miring beserta analisa teknis, ekonomis, dan metode pelaksanaannya.” terangnya dengan ingatan yang masih tajam.

“Kepada dosen pembimbing saya; Ir. Hoesni Sabar, Ir. Eddy Soetisna, dan Ir. CD Soemarto, saya ucapkan terimakasih!” imbuh Pria murah senyum ini.

 

Terjun lebih dalam ke Dunia Pendidikan

“Saya ini cinta sekolah. Menolak untuk berhenti belajar. Menjadi Dosen membuka peluang untuk saya terus belajar!” ujar Prof. Suhardjono.

Di awal 1970 sangat langka mendapatkan Insinyur untuk menjadi dosen tetap di FT-UB. Bersamaan dengan itu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan membuka program peningkatan jumlah Dosen Tetap. Ir. Suryono, Dekan FT kala itu lalu berinisiatif merekrut  para sarjana muda untuk menjadi PNS calon dosen.

Dengan gelar sarjana Muda, Tanggal 9 September 1970 Prof. Suhardjono resmi diangkat menjadi PNS dengan pangkat Asisten Muda. Setelah mendapatkan Gelar Insinyur tahun 1972, dirinya mengusahakan untuk mendapat beasiswa pendidikan keluar negeri.

4 tahun kemudian cita- cita ini terjawab. Dosen Jurusan Teknik Pengairan yang hobby  berenang ini bertolak ke Belanda untuk gelar diploma Teknik Pengairan tahun 1976.

Pengalaman pendidikan ke luar negeri ini diakuinya sebagai pembuka untuk hal-hal besar berikutnya. Medio 1979, Prof. Suhardjono meraih kesempatan melanjutkan S2. Kali ini mantap memilih Jurusan Teknologi Pendidikan dengan program lapis antara IKIP Jakarta dan School of Education University of Southern California, Los Angeles.

Tahun 1985 pria yang  mendapat Beasiswa Pendidikan Tinggi untuk melanjutkan S3 di PPS IKIP Malang ini lulus dengan gelar Magna cumlaude pada tahun 1990. Tahun 2000, Jabatan Fungsional tertinggi bidang pendidikan lalu disematkan pada namanya menjadi Prof.Dr.Ir. Suhardjono, MPd.,Dipl.HE.

Dipercaya Memimpin FT-UB

Sebelum menjadi dekan di periode 1983-1985, Prof Suhardjono sebenarnya sudah aktif dalam kegiatan mengelola FT. Turut berkontribusi dalam proses persiapan hingga pendirian Jurusan Pengairan, dirinya juga pernah dipercaya sebagai Pembantu Dekan I. Proses ini memberi kepercayaan diri untuk menjadi orang nomer satu di FT.

Pada periode ini Prof Suhardjono dan jajarannya berfokus dalam peningkatan sarana prasarana FT-UB. Dalam Arahannya, FT memenangkan hibah Program Percepatan Pendidikan Insinyur. Hibah yang ditalangi pemerintah dan bank Dunia ini yang difokuskan untuk pembangunan sarana prasarana. Pencapaiannya adalah Gedung Kuliah Teknik Mesin dan Teknik Elektro.

Usai menjabat di Periode 1983-1985, Prof Suhadjono melanjutkan Studi S3. Barulah Pada Tahun 2001-2005 Prof Suhardjono kembali dipercaya memimpin FT. Bila di kepemimpinan terdahulu melalui penunjukan langsung, kali ini melalui system penjaringan dan pemilihan.

Walaupun dimulai dengan banyak kontroversi, Prof Suhardjono berhasil membuktikan diri. Di kepemimpinan periode ini FT-UB digiring untuk meningkatkan kualitas SDM. Berdiri di garis depan, Prof. Suhardjono berhasil meningkatkan jumlah dosen yang meraih pendidikan Magister dan Doktoral.

Setelah 52 tahun: Multi Bidang Multi Prestasi

“Selalu menyenangkan dan membanggakan!” – Prof. Suhardjono

Menjelang purna tugas di Tahun 2016, Prof Suhardjono merayakan ultah ke 70. Dalam tasyakuran ini  Prof. Suhardjono membagikan buku berjudul Terimakasih Maturnuwun. Buku ini memotret naik turun perjalanan di FT dan kisah inspiratif dalam kesehariannya. Buku ini sebenarnya adalah rangkuman dari 5 buku yang sudah ditulis sebelumnya semasa aktif berkarya.

“Berkah yang melimpah lewat keluarga, anak cucu, di rumah. Berkah lewat perjalanan karir saya menemukan keluarga besar di FT-UB dan dimanapun saya dipercaya untuk berkarya. Buku- buku ini adalah bentuk nyata ungkapan syukur kepada Allah. Saya merasa wajib membagikannya pada semua orang lewat buku- buku ini!” ungkap Profesor yang mengoleksi kartu telepon dan uang lama dari seluruh penjuru dunia ini.

Bahkan setelah mencapai usia pensiun, Prof Suhardjono masih terus berkarya. Dirinya masih aktif sebagai tim ahli Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi serta Departemen Pendidikan.  Saat ini juga turut rembug dalam usaha pengangkatan tenaga PLP (Pranata Laboratorium Pendidikan) menjadi Tenaga Fungsional.

Prof Suhardjono juga masih terus berkarya dalam kegiatan belajar mengajar di Fakultas Teknik. Saat ini dirinya diangkat mnejadi Dosen tetap Non- PNS.

“Kita Wujudkan bersama Fakultas teknik yang menyenangkan dan membanggakan!” tutupnya.
 

625 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini