Ditulis pada tanggal 20 April 2016, oleh roni, pada kategori Berita, Kegiatan

1_arsipSejumlah 15 tenaga kependidikan dan pranata  laboratorium pendidikan Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) menggelar studi banding ke University of Malaya Malaysia (UM), pada Jum’at, 15 April 2016.

Kunjungan dilaksanakan pada Fakulti Kejuruteraan dan Institut Pengajian Siswazah di salah satu universitas anggota ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) itu.

“Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya tenaga kependidikan dan laboran. Terlebih tahun ini kita akan menjalani site visit AUN-QA,” tutur Ketua Jurusan Teknik Pengairan Ir. Moh. Sholichin, MT., Ph.D, Senin, 18 April 2016, di ruang kerjanya.

Oleh karena itu, lanjut Sholichin, pihak jurusan merasa perlu mempersiapkan sivitas akademika yang terdiri dari dosen, karyawan, dan mahasiswa untuk menghadapi AUN-QA. Menurut dosen alumni University of Malaya tersebut, tiga komponen itu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

2_arsip“Disana proses pembelajarannya sudah berbahasa Inggris. Saya berharap jurusan sudah siap bila suatu saat memasuki level ASEAN. Nanti bila ada mahasiswa asing masuk ke pengairan, karyawan harus bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris,” katanya.

Untuk itu, sejauh ini pihak jurusan telah mengirimkan 6 karyawan untuk kursus bahasa Inggris secara intensif.

“Ini adalah rangkaian yang tidak terputus antara kursus dengan studi banding. Selain meningkatkan SDM, kunjungan juga dapat meningkatkan wawasan seberapa maju universitas di luar negeri,” ujarnya.

“UM sudah masuk dalam anggota AUN-QA. Kita melihat sejauh mana perkembangan yang sudah dilalui dan dicapai oleh UM terutama dari segi pengelolaan manajemen administrasinya. Tidak kalah penting untuk meningkatkan percaya diri karyawan bahwa pengelolaan pendidikan sangat penting,” lanjutnya.

Sementara itu, studi banding terkait AUN-QA sebelumnya sudah pernah dilakukan oleh sebagian dosen di Asian Institute of Technology (AIT) Thailand. Selain itu, untuk meningkatkan kompetensi, jurusan juga mendorong dosen untuk mengikuti seminar dan lebih mempublikasikan jurnal internasionalnya. Sedangkan peningkatan kompetensi mahasiswa didorong melalui kompetisi-kompetisi yang diikuti.

Jurusan Teknik Pengairan telah melakukan persiapan AUN-QA sejak dua tahun yang lalu. Proposal yang telah dikirimkan jurusan telah di-review dan bila tidak ada aral melintang pihak AUN QA akan menjalakan visitasi di bulan Oktober mendatang.

“Kita optimis karena tiga kekuatan itu telah menjadi satu kekuatan yang saling mendukung serta dibalut oleh suatu kurikulum dan manajemen yang bagus,” tutupnya.

1,075 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini