Ditulis pada tanggal 17 November 2014, oleh roni, pada kategori Berita

Pemberangkatan    Pemberangkatan Anggota kegiatan Bersih Brantas

Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya tidak ketinggalan dalam kegiatan kegiatan Bersih-Bersih Brantas yang digagas oleh Radar Malang, Pemkot Malang, dan Perum Jasa Tirta 1 yang tersebar di tujuh lokasi. Yaitu di Jalan Mayjen Panjaitan Gang 18 A, Jembatan Jalan J.A. Suprapto, kawasan pasar burung splendid, Taman Rekreasi Kota (Tarekot), Jalan Juanda Gang I, Jembatan Muharto, dan Pasar Induk Gadang (PIG). Total 330 mahasiswa, dosen, dan karyawan Jurusan Teknik Pengairan ikut serta membersihkan Sungai Brantas yang merupakan keikutsertaan kedua kalinya sejak pertama kali dilaksanakan pada Bersih-Bersih Brantas tahun 2013.

Titik 1Kegiatan bersih Brantas di Titik Satu

Rata-rata 50 personil mahasiswa, dosen, dan karyawan jurusan disebar ke seluruh lokasi pembersihan tersebut. Bekerja sama dengan relawan Bersih-Bersih Brantas dari instansi lain, personil dari Jurusan Teknik Pengairan bertugas mengangkut sampah dari titik pengambilan di sungai menuju ke dump truck untuk kemudian diangkut menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terdekat. Hal ini merupakan standar operasi prosedur yang telah disepakati oleh panitia dan peserta. Untuk mencegah adanya kejadian yang tak diinginkan, personil dari TNI, POLRI, dan SAR saja yang diijinkan untuk mengangkut sampah yang berada di sungai. Sedangkan personil sipil seperti dari Mahasiswa, Pelajar, dan lainnya bertugas membawa atau melangsir kantong sampah ke truk.

Titik 6Kegiatan di Titik Enam

Selain hal tersebut dalam fungsinya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, Jurusan Teknik Pengairan juga mengambil contoh air, mengukur profil sungai, dan arus sungai pada tiap-tiap lokasi pembersihan. Dengan adanya contoh air, profil, dan arus sungai Jurusan Teknik Pengairan ingin berkontribusi dalam melakukan riset kualitas air Sungai Brantas bagian hulu yang berfokus di Kota Malang.

Titik 7Pasca Kegiatan di Titik Tujuh

Dengan contoh air yang telah diketahui kualitas dan kuantitasnya dari data-data yang diambil oleh Jurusan Teknik Pengairan, akan bisa diketahui bagaimana perkembangan Sungai Brantas. Sehingga akan diketahui apakah kualitas air Brantas dalam kondisi baik, sedang, atau buruk. Selanjutnya, dikombinasikan dengan analisis hidrologi yang telah diteliti oleh Jurusan bisa didapat bagaimana arahan manajemen Daerah Aliran Sungai Brantas hulu yang sesuai dengan tata kelola sungai yang telah diatur dan diamanatkan Undang-Undang No. 7 tahun 2004 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air.

Titik 2Pasca Kegiatan di Titik Dua

Harapan dengan dilakukan hal ini adalah agar kampus tidaklah menjadi menara gading. Selayaknya kampus dalam hal ini Jurusan Teknik Pengairan, yang memiliki sumber daya manusia dengan keahlian di bidang sumber daya air harus mampu memberi peranan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Ilmu adalah amanat dari Tuhan untuk manusia agar menjadikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi manusia dan lingkungan. (sebrian/pengairan-ftub)

1,023 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini