Ditulis pada tanggal 8 Juni 2015, oleh roni, pada kategori Berita

IMG_7021Malang – Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik UB mengadakan kegiatan ICWRDEP (International Conference of Water Resources Development and Enviromental Protection) yaitu kegiatan seminar internasional tentang pengembangan sumberdaya air dan perlindungan lingkungan). Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari, mulai tanggal 5 dan 6 Juni 2015 bertempat di Gedung Auditorium Prof. Ir. Suryono (dekanat) Lantai 2 Fakultas Teknik UB.

Pembukaan Oleh Rektor UB dan Ketua Jurusan Teknik Pengairan

Untitled-1

Tarian Daerah yang dibawakan oleh perwakilan mahasiswa

IMG_7027

Seminar ini dibuka oleh Rektor UB Prof. Dr. Ir. Moh Bisri, MS dan di awali  dengan opening speech yang menghadirkan 4 keynote speaker dari luar negeri, kemudian dilanjutkan dengan presentasi oleh pemakalah sebanyak 40 paper. Ke empat keynote speaker yang hadir antara lain (dari kiri ke kanan) :

Untitled-2

  1. Prof. Satoru Oishi (Kobe University, Japan),
  2. Assoc. Prof. Dr. Faridahbinti Othman (Universiti Malaya, Malaysia),
  3. Prof. Tsuyoshi Imai (Yamaguchi University, Japan)
  4. Prof. Ir. Dr. Amir Hashim bin Mohd Kassim (Universiti Tun Hussein Onn Malaysia).

Kegiatan seminar ini diharapkan bisa memberikan wadah diskusi ilmiah bagi masyarakat sumberdaya air, khususnya juga mahasiswa program magister dan doktor bidang sumberdaya air. Selain itu berangkat dari semakin meningkatknya degradasi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan diharapkan dari kegiatan seminar ini bisa menghadirkan perkembangan teknologi terbaru serta  metode dalam upaya pengelolaan Sumberdaya air dan teknik lingkungan.

Menurut Ketua Jurusan Teknik Pengairan FT UB Ir. Moh. Sholichin, MT., PhD masalah pengembangan sumberdaya air dan perlindungan lingkungan tidak hanya dirasakan di Indonesia tapi didunia. Bedanya, pengolahan air di beberapa negara seperti Malaysia dan Jepang lebih maju jika dibandingkan di Indonesia. Jika dilihat dari kondisi alamnya, kuala lumpur juga dilewati sungai besar, yaitu Sungai Klang. Namun sungai ini berbeda dengan beberapa sungai di Indonesia seperti Sungai Brantas dan Ciliwung yang nyata tercemar dan kotor. Sungai Klang jauh lebih bersih karena pengelolaan limbah dan airnya tertib. Meski sama-sama melewati ibukotas, tapi bisa terkontrol kebersihannya,” terang alumni University Malaya Malaysia ini. Selain itu diharapkan dengan digelarnya seminar internasional ini akan melahirkan joint riset dengan universitas di Malaysia dan Jepang yang akan bermanfaat bagi kehidupan pengembangan sumberdaya air. Seminar ini dihadiri oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia diantaranya peserta dari ITB, ITS, Undip (Universitas Diponegoro), Universitas Lampung, Universitas Padjadjaran, Politekni Negeri Padang, Universitas Jember, Polinema dan beberapa perguruan tinggi lain.

Kegiatan ICWRDEP merupakan kegiatan seminar internasional yang nantinya akan diselenggarakan tiap 2 tahun sekali, untuk tahun 2015 kegiatan ini diketuai oleh Dr. Eng. Tri Budi Prayogo, ST, MT memiliki 40 Peserta dari seluruh Universitas dalam dan luar Negeri, sedangkan keseluruhan paper yang masuk sejumlah 130 paper dimuat dalam prosiding yang terbagi dalam 3 kategori tema yaitu “ Environmental Engineering and Water Technology” ,  tema “Water science and Engineering” serta tema ”Integrated Water System and Governance”. (runi asmaranto)

1,135 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini