Ditulis pada tanggal 8 Mei 2017, oleh roni, pada kategori Berita, Kegiatan

KBAI-2

Lomba Bangunan Air Indonesia (KBAI) 2017 sukses terlaksana, pada acara puncak, Kamis (4/Mei/2017), 3 Dari 10 Peserta berhasil menjadi juara pada event perdana ini.Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB), Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT, hadir di Auditorium Prof. Ir. Suryono,Gedung FT Lantai 2 beserta para Dewan Juri, pimpinan serta dosen Jurusan Teknik Pengairan, dan tentunya para peserta.

Pada malem penutupan kali ini, Tim dari Institut Teknologi Bandung (Kuya Envi) meraih Juara 1 dan gelar Presentasi Terbaik, disusul Tim Universitas Brawijaya (Punggawa 64), dan Ayuthaya dari Universitas Indonesia sebagai Juara 3 merangkap gelar maket terbaik. Juara 1 sampai 3 masing masing memperoleh hadiah sejumlah Tujuh Juta, Lima Juta, dan Tiga Juta rupiah , sedangkan pemenang kategori penghargaan mendapat hadiah Satu Juta rupiah.

Dimulai sejak bulan Februari lalu,  puluhan tim telah mengajukan proposal kompetisi ke panitia, dimana 10 tim dipilih untuk bersaing di Babak Final.

10 Tim Terpilih sebagai finalis antara lain: Institut Teknologi Bandung (Kuya Envi), Universitas Brawijaya (Punggawa 64), Universitas Negeri Malang (Spider Excavator), Politeknik Negeri Bandung (Nadindra Dewa), Institut Teknologi Nasional Bandung (Diadikasia), Institut Teknologi Bandung (Amreta Naraya), Universitas Gajah Mada (Tim A), Universitas Pakuan Bogor (Tim Uncal), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Creat10N), Universitas Indonesia (Ayuthaya).

Hari pertama dari kegiatan 3 hari ini dimulai dengan Sesi Presentasi. Peserta diminta untuk mempresentasikan hasil karya mereka di depan juri, termasuk pemodelan tiga dimensi. Selanjutnya Peserta diajak untuk bertamasya seputar Malang Raya ke objek- objek wisata yang erat terkait dengan perencanaan wilayah pemukiman bantaran sungai seperti Kampung Wisata Jodipan. Dihari ketiga panitia mengadakan gala dinner dan sekaligus pengumuman pemenang dan penutupan KBAI.

“Sebagai Jurusan Teknik Pengairan tertua di Indonesia kami berkomitmen untuk memberikan wadah seluas- luasnya bagi mahasiswa se-Indonesia untuk memberi solusi bagi permasalahan ke-airan. Saya berharap kompetisi ini dapat di gandeng oleh Dikti menjadi ajang nasional tahunan” Ujar Dekan menutup pidatonya

Sumber

309 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini