Ditulis pada tanggal 31 Oktober 2014, oleh roni, pada kategori Berita

adib1

Melihat prestasi Adibtya Asyhari, rasanya tidak sulit bagi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) untuk memberikan penghargaan Mahasiswa Berprestasi (mawapres) Jurusan Teknik Pengairan 2014  kepadanya. Penghargaan diberikan pada saat Tasyakuran Dies Natalis ke-51, Kamis (23/10), di Aula Prof Ir Suryono berbarengan dengan tujuh mahasiswa berprestasi dari jurusan/program studi yang lain.

Secara akademis, prestasi  mahasiswa asli malang ini tidak diragukan lagi. Dari tujuh semester yang telah dijalani Adib, demikian panggilan akrabnya, ia berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95. Adib mengaku dari semua mata kuliah yang ia tempuh sejauh ini hanya dua mata kuliah yang ia selesaikan dengan nilai akhir B.

“Triknya saya suka memperhatikan dosen dengan seksama ketika mengajar di kelas. Kalau tidak paham dengan materinya saya baca lagi. Selain itu, saya senang membuat deadline sendiri apa yang harus saya kerjakan. Saya tidak suka menunda-nunda pekerjaan,” kata alumni SMA Negeri 1 Malang tersebut.

Ilmu yang didapat di kelas juga ia terapkan dalam bidang penelitian. Sejak semester tiga ia tergabung dalam Tim Divisi Penelitian Himpunan Mahasiswa Pengairan (HMP). Beberapa riset yang pernah ia lakukan antara lain meneliti kualitas air di sungai brantas kerjasama dengan Universitas Yamanashi Jepang dan meneliti perbaikan struktur tanah demgan dosen pembimbing Emma Yuliani ST., MT., Ph.D.

Bahkan dari penelitian yang disebut terakhir, ia bersama tiga temannya berhasil meraih medali perunggu PKM-P PIMNAS XXVII Semarang 2014. “Kami mencoba memanfaatkan limbah untuk media pertumbuhan bakteri dalam upaya perbaikan struktur tanah,” kata peraih beasiswa Beswan Djarum ini.

Prestasi itulah yang membawanya dinyatakan lulus skripsi secara langsung dengan nilai A oleh fakultas dan jurusan. Karena prasyarat skripsinya telah dinyatakan lulus, saat ini ia tengah sibuk mempersiapkan diri dan mencari-cari peluang beasiswa yang dapat membawanya untuk melanjutkan studi ke Eropa.

“Karena ilmu pengairan kiblatnya di Belanda atau Jerman. Sudah dari awal kuliah saya mencari-cari informasi tentang beasiswa ilmu teknik pengairan di luar negeri,” jelas mahasiswa yang pernah mengikuti student exchange di Jerman tersebut mengungkapkan alasannya.

Selain prestasi di atas, ia juga pernah meraih Top 3 Writing Competition Beswan Djarum 2013/2014 Regional Surabaya, Juara I Final Nasional Writing Competition Beswan Djarum 2013/2014, The Winning Team Debate Competition Beswan Djarum 2013/2014 Batch I, dan Juara III Mawapres FTUB 2013.

Sumber

953 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini